Main Casts:
- Kim Taeyeon (Namja)
- Tiffany Hwang (Yeoja)
- Kwon Yuri (Namja)
- Jessica Jung (Yeoja)
- Other SNSD Member
Genre: ?
Type: Gender Bender
Length: Chaptered
*
Selama perjalanan Yuri sesekali melirik Jessica. Ia mungkin sedang bermimpi bisa jalan dengan yeoja anggun di sampingnya ini. Tak mau keselamatan mereka terancam, Yuri berusaha untuk tetap fokus ke jalan. Namun matanya ini selalu saja melirik ke samping kiri lagi dan lagi.
Ketika Yuri ketahuan Jessica, ia menyunggingkan senyuman di wajahnya. Jessica membalas senyumannya. Interaksi antara mereka terus berlanjut. Mereka tertawa ketika Yul beraksi dengan tingkah konyolnya, mencoba untuk meredam atmosfir aneh antara mereka berdua.
Seperti ketika Yuri bertanya pada Jessica saat ada motor yang berlaju sangat kencang. Udah kayak balapan, sampai-sampai mendahului mobil mereka.
“Sica, apa kamu tau, kenapa dia bawa motornya ngebut?”
“Karena buru-buru dipanggil bosnya.”
“SALAH.”
“hmmmm… ditunggu pacarnya?”
“Bukann..”
“Balik lagi karena ada sesuatu yang ketinggalan?”
“Sok tau kamu Sica.. apa kamu tidak lihat dia membawa motornya ngebut sekali.. berarti sangat, sangat buru-buru.”
“Trus kenapa dong, Yul?”
“Karena dia gak tahan pengen BUANG AIR BESAR(KENAPA HARUS CAPSLOCK?!).. HAHAHAHAHAH”
Mereka pun tertawa. Haaa padahal belum tentu yang dikatakan Yuri itu benar. Jessica sadar bahwa ini hanya candaan Yuri saja. Tapi namja ini, sekalipun candaannya garing atau bisa dibilang.. gak lucu.. Jessica tetap tidak bisa menahan tawanya. Jessica bahagia berada di dekat Kwon Yuri.
Setelah setengah jam perjalanan mereka tiba di restoran. Mereka berencana makan malam di sebuah restoran Jepang karena kebetulan makanan favorit mereka sama-sama masakan jepang.
“Selamat siang, selamat datang di ********* restaurant. Untuk berapa orang ya?” Sapa seorang pelayan yang menyambut mereka di pintu masuk.
Jessica tersenyum. Pelayan restoran ini begitu ramah, pikirnya. “Untuk dua orang.”
“Smoking atau non smoking room?”
“Non smoking.”
“Silakan ikuti saya.”
Pelayan itu mengantarkan YulSic ke meja dengan dua kursi (ya iyalah-_-).
“Kamsahamnida.” Ujar Yuri dan Jessica kepada pelayan itu.
“Kami langsung pesan saja. Aku pesan Takoyaki. Kau ingin apa Sica?”
“Aku pesan yakiniku saja, makanan favoritku.. Hehehe.”
“Untuk minumnya mau pesan apa?” Tanya pelayan.
“Teh ocha!” Seru Yuri dan Jessica serempak. Pelayan hanya tersenyum ramah.
“Saya ulangi pesanannya, 1 porsi yakiniku dan takoyaki, dan 2 gelas teh ocha ya.”
“Iya.”
“Silakan ditunggu.”
Sambil menunggu pesanan datang, Yuri ingin sekali menanyakan hal pribadi masa lalu Jessica. Tapi Yuri takut akan menyinggung Jessica. Namun tak disangka, Jessica justru membuka pembicaraannya dengan cerita masa lalunya kepada Yuri.
“Aku tidak tahu apa itu cinta atau menyayangi seseorang dengan tulus, tetapi aku paksakan agar aku tahu dan merasakan seperti apa mencintai, menyayangi, dan dicintai dengan tulus..” Cerita Jessica.
Seketika rasa sakit itu datang lagi menghampirinya. “Aku mencoba untuk mencintai mantan suamiku waktu itu, aku terima dijodohkan. Walau itu tidak mudah, aku bertahan dan mempertahankannya. Tapi.. aku sadar aku tak sanggup, Yul..”
Yuri mencoba untuk mendengarnya baik-baik. Ia melihat perubahan airmuka Jessica saat ia bercerita. “Aku tak sanggup, kalau terus diselingkuhi, tak sanggup kalau terus disakiti. Sudah terlalu banyak kata maaf yang diucapkan dan sudah terlalu sering aku memaafkan. Aku berkerja siang sampai malam, tetapi yang ia lakukan hanya bermain dengan para yeoja. Bahkan kebutuhan sehari-hari, aku yang tanggung, bukan dia sebagai suami.”
“Termasuk kebutuhan Sulli?” Tanya Yuri.
Jessica hanya mengangguk..
“Sulli, bukan anakku, Yul..”
Yuri shock. Percakapan mereka terpotong karena pesanan mereka datang. Yuri segera menerima pesanannya, tidak tega karena melihat Jessica yang sedang tertunduk.
“Aku tidak mengerti, Sica. Maksudnya bagaimana?”
“Iya, Sulli bukan darah dagingku, tapi dia anak dari saudara mantan suamiku. Ayah Sulli meninggal ketika Sulli masih di dalam kandungan. Dan ibunya pun wafat waktu melahirkannya. Aku dekat dengan ibunya. Walaupun dia saudara mantan suamiku, sifat dan pribadinya sangat jauh berbeda. Dia menitipkan Sulli padaku. Tapi sewaktu kami bercerai, mantan suamiku yang malah berkuasa atas Sulli.”
Yuri menggeleng. Betapa rumitnya masa lalu Jessica.
“Tidak ada yang tahu kalau Sulli itu bukan anakku, kecuali keluarga kami. Teman dan sahabat pun tidak ada yang tahu, karena setelah menikah aku dibawa dan tinggal bersama mantan suamiku. Aku bertemu Tiffany setelah cerai.”
Suara Jessica mulai terdengar serak. Di sudut pelupuknya terlihat cairan bening. Ia mendengus. “Aku merindukan Sulli, Yul!!!” Tangisnya.
Yuri segera mengusap air mata Jessica, walau harus sedikit mengangkat tubuhnya karena mereka duduk berhadapan. “Uljima Sica..” Kata Yuri.
“Aku mengerti Sica, sekarang kamu makan dulu ya. Apa mau aku suapin?” Goda Yuri.
Jessica tersenyum, malu…
“Nah gitu dong.. Aku selalu tenang bila melihat senyummu..” Kata Yuri
“Uuuuhhhhh gombal~ sama yeoja mana lagi kamu, Yul, berkata seperti itu huh?” Jawab Jessica
“Ihh ciyus Sica. Aku nyaman dekat denganmu.. Hanya denganmu..”
Kata Yuri sambil memegang tangan Jessica yang ada di atas meja. Yuri mengelus punggung tangan Jessica dengan ibu jarinya. Wajah Jessica semakin merah seperti lobster rebus. Jessica tidak berani menatap Yuri, ia melihat ke bawah karena malu.
“Sica..”
“Ne?” Jawab Jessica. Ia menatap mata Yuri langsung.
“Em.. Jessica.. Selama ini aku selalu memperhatikanmu.. eh.. uhm.. bukan berarti aku ini byun ya.. mmm..” Yuri mengucap dua penggal kalimat berantakan.
“Hahahah kau kenapa Yul?”
“Kau selalu mengisi pikiranku Jessica. Setiap detik dalam hidupku, dirimu selalu berkelebat di otakku..”
Jessica mengedipkan matanya. Ia melihat Yuri yang terlihat ragu. Yuri menggigit bibirnya dan sejenak mengedarkan padangannya ke sekeliling restoran.
“Jessica… sarang-”
“SICA!”
Seseorang memanggil namanya dari belakang. Jessica menoleh. Ia melihat seorang namja dengan wajah bahagia mendekatinya. Senyum di wajah Jessica pudar. Matanya membelalak kaget dan mulutnya tak lagi terkatup.
“Ta- taec- y-yeon?”
TBC
Mian yah chapter 2 pendek, unnie pengarangnya lagi sibuk, dan saya sebagai editor masih kurang pandai hehehe.. ditunggu komennya :)

iya sieh pendek …tp bagus
kamu pinter
yulsic….
kasian yul
terpotong :(
gomawo :)
TAECYEON=_______= penggangu banget deh…..>,<
Pendek nya thorrrrt…….uu
huahaha mianhae..
Huaaa Tbc. Sial,, itu Taecyeon ganggu bgt.. Sumpah kesel pake bgt dah.. Padahal dikit lagi Yul nyatain perasaannya.. Ohhh jadi sulli itu bukan anaknya sica yaa. Hmm baguslah.
TaeNy gak muncul yaa, kangen mereka..
ditunggu next chapnya. Fighting thor ^^
iya sulli bukan anaknya sica soalnya gak mirip (?)
kangen taeny ya? wah kalo gitu next chap aku bawain taeny deh..
Gomawo komennya :)
taecyeon ganggu bngt dah….
Yulsic unyu2′n…kekeke
Yah tu yul mw katakan cnta kan thor?
iya.. tapi tiba-tiba dateng monster.. *digamparhottest*
Cepet banget sih udh TBC aja.
. Ciyus..Taecyeon ganggu banget.-
nggak ad Taeny moment :(
. Semoga chapter berikut’a bisa lebih panjang yah :)
#semangat#
next chap diusahakan lebih panjang :) gomawo komennya :D
Haaishh, itu si taecyeon bikin emosi aja deh, gangu yulsic aja!!!! Hahaha aku suka alurnya thor
gomawo :)
Halah taecyon ganggu ajah. Lagi acra tembak menembak jga! Malah muncul. Huh!
iya.. semoga yul kasi pelajaran.. gomawo ^-^
waduhhhh…., masa lalunya sica ribet
ERTE.. hahaha gomawo komennya..
Woh,,,sdikit rumit,jadi ksian sma sica soal msa lalunya,,
Yul juga,,,
d tunggu next chapter nyaaah SEMANGAAAAT
GOMAWOOOOO ^O^
lebih bagus dari sebelumnya thor
ditunggu lanjutannya :D
sipp :D gomawo
Taecyon merusak suasana >.<
banget-_-
sepertiny gw tau mantan suaminy sica yng b****** …
Haissshhh taecyeon mengganggu.. sumpahh ane ngga suka diaa .. selalu aj dia yngg menggaggu yulsicc …
dilanjutt thorr ff ny … fighting!!!
dilanjutkan thor